Mall Melulu? Kunjungi 7 Wisata Seni Budaya di Bandung Yang Tak Lekang Oleh Waktu

Bandung merupakan sebuah kota di Jawa Barat yang sarat akan budaya Sunda yang kental. Tak heran jika di kota ini terdapat banyak tempat wisata budaya dan seniman yang melestarikan seni budaya Sunda. Meski sudah jarang dilirik kawula muda, para seniman di Kota Bandung tetap bertahan dalam menjaga budaya yang perlahan mulai ditinggalkan. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa budaya Sunda memang tetap memikat dan memiliki nilai dan keunikan tersendiri yang tidak dapat tergeser oleh arus gaya hidup modern. Di Kota Bandung sendiri, Makuku tidak perlu jauh-jauh untuk bisa menikmati & mempelajari budaya. Di Kota ini, tersebar banyak tempat wisata budaya yang tidak boleh dilewatkan, terutama jika akhir pekan datang. Dimana aja, ya?

1. Kampung Seni Budaya Jelekong

Sesuai namanya, tempat wisata budaya ini terdapat di Jelekong yang berlokasi sekitar 14 KM dari pusat kota. Siapa sangka, Kampung Seni Budaya Jelekong merupakan sebuah tempat dimana pelukis handal dilahirkan. Bakat melukis ini mengalir secara turun-temurun dari seorang pelukis bernama Odini Rohidin hingga akhirnya terbentuk sebuah kampung lukis. Harga lukisan yang diproduksi di kampung ini dinilai cukup terjangkau, contohnya satu lukisan diatas kanvas 135cm cm x 40cm dihargai mulai dari Rp.150.000,00. Walau begitu, kualitasnya tidak kalah dengan kualitas lukisan ratusan juta. Jika Makuku pernah menjumpai lukisan indah di sepanjang Jl. Braga, maka Makuku telah menjumpai beberapa karya dari tangan berbakat seniman Kampung Seni Budaya Jelekong.
Selain seni lukis, ternyata Jelekong juga merupakan tempat wayang golek dikembangkan, tepatnya di Giriharja sejak tahun 1920. Giriharja didirikan oleh Dalang Abah Sunarya (Alm.) hingga menghasilkan empat generasi seniman. Wah, wisata seni budaya lengkap tanpa harus merogoh kocek dalam, nih!

 

2. Saung Angklung Udjo

Saung Angklung Udjo merupakan sebuah Paguyuban Kesenian Sunda yang terletak di Cibeunying. Tempat ini digagas oleh sepasang suami istri bernama Udjo Ngalagena dan Uum Sumiati pada tahun 50-an dan baru dibuka sebagai tempat wisata bagi khalayak umum pada 1966. Tempat wisata ini mengangkat salah satu seni musik Sunda, yaitu angklung. Terdapat jam pertunjukan yang berbeda, sehingga pengunjung tidak bisa asal masuk saat pertunjukan sedang berlangsung. Di tempat ini, kekompakkan dan konsentrasi Makuku akan ditantang saat bermain angklung bersama pengunjung lainnya. Tak hanya angklung, Saung Angklung Udjo juga menyuguhkan seni budaya Sunda lain, salah satunya adalah seni tari Sunda. Bukan hanya wisatawan lokal, wisatawan luar negeri juga banyak yang berkunjung kemari, lho! Tempat ini semakin seru jika dikunjungi bersama keluarga di akhir pekan.

 

3. Kampung Wisata Kreatif Dago Pojok

Kampung Wisata Kreatif Dago Pojok yang berlokasi di Jl. Dago Pojok, Kecamatan Coblong, Bandung ini benar-benar layak dapat predikat wisata kreatif lho, Makuku! Tempat wisata yang awalnya digagas oleh salah satu warga setempat bernama Rahmat Jabaril ini menyuguhkan seni & budaya Sunda yang beragam. Di sana, Makuku bisa mempelajari Tari Jaipong, kesenian Calung, proses pembuatan wayang, pembuatan alat musik bambu, pembuatan kertas tradisional dari pohon Saeh, atraksi pencak silat, serta keterampilan lainnya. Tanpa merogoh kocek yang dalam, Makuku bisa menjumpai banyak kesenian yang telah lama ditinggalkan masyarakat modern masa kini. Untuk yang rindu dengan permainan tradisional jaman dulu, jangan khawatir, tempat ini juga akan membawa Makuku kembali ke masa kecil, lho. Hati senang, dompet tenang! Hihi

 

4. Taman Budaya Dago (Dago Tea House)

Berawal dari kebiasaan orang Belanda zaman dulu meminum teh di waktu tertentu, tempat ini kemudian diberi nama Dago Tea House, hingga akhirnya pada tahun 1970 tempat ini disulap menjadi pusat kebudayaan dan kesenian Jawa Barat. Situs budaya yang berlokasi di Bukit Dago Selatan no. 53 A ini memiliki banyak fasilitas seni yang tak banyak dimiliki tempat lain, lho! Di antaranya gedung teater terbuka, teater taman, galeri pameran, sanggar tari, etalase cinderamata, hingga kafetaria. Bukan hanya sebagai tempat wisata, tempat ini juga dibuka untuk umum sebagai tempat pagelaran seni dengan fasilitas yang mumpuni.

 

5. Kampung Adat Cikondang

Jika Makuku merasa penat dengan suasana kota yang tak terlepas dari gadget dan hiruk pikuknya, maka tak ada salahnya untuk coba “menjamah” adat istiadat Sunda yang sudah mulai ditinggalkan. Salah satu tempat yang wajib Makuku kunjungi adalah Kampung Adat Cikondang. Kampung yang berlokasi di Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung ini masih sangat menjaga tradisi dan adat Sunda, bahkan penduduknya tidak ada yang memiliki alat elektronik di rumahnya, begitupun dengan listrik. Kampung Adat Cikondang ini dikenal dengan adanya rumah adat yang masih terjaga serta hutan terlarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *